Sepenggal kalimat untuk Ayah.


Sepenggal kalimat untuk Ayah.


Tidak terasa, sudah delapan belas tahun hidupku dimbing olehnya. Pria paruh baya berambut cepak berwarna hitam  yang selalu mengarahi dan membimbingku untuk menjadi manusia yang lebih baik. Tidak seperti ayah-ayah lain yang memberikan anak kesayangannya semua yang diminta. Tidak seperti ayah-ayah lain yang mengajak anaknya ke pusat perbelanjaan untuk bermain. Kuingat, dulu sempat terasa iri olehku melihat anak-anak lain diberikan apapun yang mereka mau. Tapi sekarang aku merasa bersyukur karena pria ini memberikan pembelajaran dan pengalaman yang tak akan terlupakan olehku. Setiap minggu kami menyusuri Jalan Barito hanya untuk melihat ikan Lohan berkepala seperti bola pingpong. Berkendara 1,5 jam hanya menuju puncak bukan untuk ke Taman Safari melainkan hanya melihat lekukan indah pohon bonsai yang udaranya menyejukan paru-paru. “ Untuk Refreshing dek” Katanya setiap kali. Ya memang ayah yang cukup aneh. Tetapi ia adalah ayahku.

No comments:

Post a Comment