Hanya satu hari.

/ 9:10 AM

Kebersamaan yang kurasakan dengan Anak-anak kecil ini, mengajarkan ku arti bersyukur.
Sungguh, apa yang diberikan kepada mereka mungkin tidak seberapa.
Tak ku sangka, antusias mereka akan sebesar itu menerima satu buah buku.
Apa maksud dari bersyukur yang Aku bicarakan?
Bersyukur dalam arti selama kita masih bisa bahagia, selama kita masih bisa bertawa. Nikmatilah hidup sebisa mungkin. 
Senyum. Tawa. Canda.Yang kulihat dari wajah mereka, membuatku tambah yakin. 
Bahwa, tidak perlu bermewah-mewahan untuk menjadi bahagia. 
Berkunjung ke tempat mereka, Aku rasa tidak cukup hanya satu hari.
Rasanya ingin setiap hari aku berbagi dengan teman-teman ku yang kecil ini untuk berbahagia bersama.
Di hari ini lah.
Hanya satu hari kami berbahagia bersama



Kebersamaan yang kurasakan dengan Anak-anak kecil ini, mengajarkan ku arti bersyukur.
Sungguh, apa yang diberikan kepada mereka mungkin tidak seberapa.
Tak ku sangka, antusias mereka akan sebesar itu menerima satu buah buku.
Apa maksud dari bersyukur yang Aku bicarakan?
Bersyukur dalam arti selama kita masih bisa bahagia, selama kita masih bisa bertawa. Nikmatilah hidup sebisa mungkin. 
Senyum. Tawa. Canda.Yang kulihat dari wajah mereka, membuatku tambah yakin. 
Bahwa, tidak perlu bermewah-mewahan untuk menjadi bahagia. 
Berkunjung ke tempat mereka, Aku rasa tidak cukup hanya satu hari.
Rasanya ingin setiap hari aku berbagi dengan teman-teman ku yang kecil ini untuk berbahagia bersama.
Di hari ini lah.
Hanya satu hari kami berbahagia bersama


Continue Reading

Sepenggal kalimat untuk Ayah.


Tidak terasa, sudah delapan belas tahun hidupku dimbing olehnya. Pria paruh baya berambut cepak berwarna hitam  yang selalu mengarahi dan membimbingku untuk menjadi manusia yang lebih baik. Tidak seperti ayah-ayah lain yang memberikan anak kesayangannya semua yang diminta. Tidak seperti ayah-ayah lain yang mengajak anaknya ke pusat perbelanjaan untuk bermain. Kuingat, dulu sempat terasa iri olehku melihat anak-anak lain diberikan apapun yang mereka mau. Tapi sekarang aku merasa bersyukur karena pria ini memberikan pembelajaran dan pengalaman yang tak akan terlupakan olehku. Setiap minggu kami menyusuri Jalan Barito hanya untuk melihat ikan Lohan berkepala seperti bola pingpong. Berkendara 1,5 jam hanya menuju puncak bukan untuk ke Taman Safari melainkan hanya melihat lekukan indah pohon bonsai yang udaranya menyejukan paru-paru. “ Untuk Refreshing dek” Katanya setiap kali. Ya memang ayah yang cukup aneh. Tetapi ia adalah ayahku.


Kursi Kenangan

"Kita mungkin tak seperti pasangan lain yang bisa bertemu kapan saja. Tapi aku tau lewat doa aku bisa memelukmu kapan saja. " 

       Di pagi yang sedikit mendung itu, Aku bersantai di depan jendela. Hembusan angin menghampiri bawah telingku yang mungil ini. Geli rasanya... Ternyata oh ternyata angin datang dengan membawa sedikit air yang turun dari atas langit. Sejuk rasanya pagi ini. Tiba-tiba nama mu terlintas di benak ku. Kenangan indah kita bersama terulang kembali. Rindu rasanya, tak terasa sudah lama kau meninggalkan kaki dari Tanah Air ini. Tertawa bersama dibawah rerintik hujan, bercerita akan hari-hari bahagia yang sudah kita lewati bersama. Semua terasa indah pada waktu itu, tak tersadar bahwa awalan bahagia kita adalah perpisahan ini. Perpisahan yang akan berujung pada pertemuan yang dinantikan. Tak sabar ku menanti kehangatanmu lagi. Inilah aku Di kursi Kenangan membayangkan dirimu. 



Kursi Kenangan

by on 7:31 AM
Kursi Kenangan "Kita mungkin tak seperti pasangan lain yang bisa bertemu kapan saja. Tapi aku tau lewat doa aku bisa memelukmu...